Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Oktober, BNI Syariah Pindah Kantor ke Jalan Raden Patah Batam

Written By Unknown on Selasa, 02 September 2014 | 12.41

Laporan Tribunnews Batam, Yusuf Riadi

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Untuk lebih meningkatkan kenyamanan dan mempermudah nasabah mengakses BNI Syariah Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mangemen merelokasi kantor baru.

Kini BNI Syariah akan pindah ke Jalan Raden Patah mulai Oktober 2014 mendatang.

"Insyaallah kalau tidak ada kendala Oktober 2014 kantor cabang BNI Syariah Batam di Jl Raden Patah sudah beroperasi. Dengan tempat yang lebih nyaman yang akan mempermudah nasabah," kata Ahmad Zulva Adi, Pemimpin BNI Syariah wilayah kerja Kepri, Senin (1/9). 
   
Pada kantor baru tersebut, menurut Zoelva, hadir lebih besar dan representatif karena berada di Jalan Raden Patah No 67-71 Batam yang sangat mudah dijangkau.

Kantor akan dilengkapi dengan layanan pembiayaan, simpanan, safe deposit box, lounge yang luas untuk nasabah prima dan layanan lainnya.

"Selain relokasi kantor baru, 2015 SNI syariah merencanakan akan membuka kantor di beberapa daerah di Kepri," ujarnya.

Saat ini BNI Syariah memiliki satu kantor cabang utama dan terdapat dua kantor cabang pembantu (KCP) yakni di Batu Aji dan Tanjung Balai Karimun. Secara nasional BNI Syariah saat ini memiliki 290 outlet yang tersebar di Indonesia yang terdiri dari 67 Kantor Cabang dengan dukungan lebih dari 4000 karyawan.

Untuk kinerja BNI Syariah dari data terakhir secara nasional cukup menggembirakan. BNI Syariah memiliki Total Asset Rp 17,351 triliun atau meningkat 33,5 % dari tahun sebelumnya, Dana Pihak Ketiga Rp 13,509 triliun. Dalam stuasi yang ketat likuiditas BNI Syariah masih menjaga CASA di rasio 49,13 % , Pembiayaan Rp 13,368 triliun, Laba Rp 66,481 triliun atau naik 22,2 % dari tahun sebelumnya.

"Dengan melihat pertumbuhan Asset kami sebesar 48,59 % per bulan Juli 2014 dibanding periode  yang sama tahun 2013, maka sudah saatnya mulai berpikir mengembangkan kantor baru," ucap Ahmad Zulva Adi.

Sebagai tambahan, nasabah BNI Syariah maupun BNI saling terintegrasi, sehingga nasabah di BNI bisa bertransaksi di BNI Syariah begitupun sebaliknya, dukungan 1500 kantor cabang BNI di seluruh Indonesia serta ATM yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dapat dimanfaatkan nasabah BNI Syariah secara gratis.

BNI Syariah menunjukkan eksistensinya di dunia Perbankan khususnya syariah dengan menyabet sebagai Bank Syariah Terbaik 2014 untuk asset diatas Rp 10 triliun dari Majalah Investor, sedangkan untuk produknya yaitu Tabungan IB Hasanah dan Griya IB Hasanah mendapatkan Best Product Syariah dari Majalah SWA. 


12.41 | 0 komentar | Read More

Pertemuan SBY-Koalisi Merah Putih Tanpa Prabowo Subianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BOGOR — Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Koalisi Merah Putih di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/9/2014) pagi, hanya berlangsung satu jam. 

Pertemuan tampak tidak dihadiri oleh calon presiden yang diusung Koalisi Merah Putih, Prabowo Subianto, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sebelum menggelar jumpa pers, SBY tampak didampingi para petinggi partai anggota Koalisi Merah Putih. Dari Partai Gerindra, hanya ada wakil ketua umumnya, Fadli Zon.

Tampak hadir di sana, calon wakil presiden Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Sekretaris Jenderal PAN Taufikurniawan, dan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Ada pula Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah, dan Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwakili Emron Pangkapi selaku Wakil Ketua Umum PPP dan M Romahurmuziy selaku Sekretaris Jenderal PPP. Adapun Partai Bulan Bintang diwakili Sekretaris Jenderal BM Wibowo.

Presiden SBY menyinggung isi pertemuan itu terkait dengan perjuangan Koalisi Merah Putih yang akan menjadi penyeimbang. Menurut Presiden SBY, hal tersebut wajar dilakukan. Dia pun mendukung upaya perjuangan dari luar pemerintahan yang akan dilakukan oleh Koalisi Merah Putih.


12.41 | 0 komentar | Read More

Koalisi Merah Putih Akhirnya Akui Kemenangan Pasangan Jokowi-JK

TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji keputusan yang diambil Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan menggugat hasil pemilu presiden 2014 ke Mahkamah Konstitusi. SBY mengangap langkah tersebut sebagai cara yang terhormat.

SBY juga mengapresiasi sikap Koalisi Merah Putih yang tetap menghormati hasil pemilu presiden.

"Jika pihak Prabowo-Hatta kemarin melakukan jalan membawa ke MK dan sejumlah kegiatan politik yang lain, itu semua tetap dalam koridor demokrasi dan konstitusi," ujar SBY dalam jumpa pers usai pertemuan dengan koalisi Merah Putih di Cikeas, Bogor, Selasa (2/9/2014).

Di dalam jumpa pers kali ini, SBY didampingi oleh calon wakil presiden Hatta Rajasa beserta jajaran elite partai koalisi Merah Putih, yang terdiri dari Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar. Namun, Prabowo tidak hadir dalam pertemuan itu.

"Banyak yang artikan seolah-olah itu tidak benar. Saya katakan, sepanjang diatur undang-undang, sepanjang tidak menjadi kegiatan kekerasan apalagi berskala luas, itulah jalan yang sah, terhormat. Itu jalan yang harus dihormati rakyat Indonesia," ucap SBY.

SBY mengaku bersyukur dari pertemuannya dengan koalisi Merah Putih ini, semua partai politik mengakui hasil pemilu presiden. Namun, koalisi Merah Putih menegaskan akan menjadi kekuatan politik di luar pemerintahan. Perjuangan itu pun didukung oleh SBY.

"Sebagai bakti mereka kepada bangsa dan negara, kepada demokrasi yang dimekarkan akan melanjutkan perjuangan di bidang politik, itu sah sesuai nilai demokrasi dan sesuai konstitusi di negara kita," tutur SBY.


12.41 | 0 komentar | Read More

Meski Jokowi-JK Menang, SBY Minta Suara Prabowo-Hatta Jangan Dilupakan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BOGOR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa ada kekuatan politik nyata di luar pemerintahan mendatang. Dia menyebut, meski Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangi pemilihan presiden 2014, tetapi ada kekuatan politik Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang juga tinggi.

"Sejarah mencatat, Jokowi-JK memenangi pilpres, tapi jangan dilupakan Prabowo-Hatta juga mempunyai perolehan suara yang cukup tinggi. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan pemenang pilpres," kata SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Cikeas, Bogor, Selasa (2/9/2014).

Presiden SBY menggelar jumpa pers usai melakukan pertemuan dengan sejumlah elite parpol Koalisi Merah Putih. Tampak hadir calon wakil presiden Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Sekretaris Jenderal PAN Taufikurniawan, dan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Selain itu, ada pula Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Sekretaris Jenderal Tantowi Yahya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah, dan Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid.

Sementara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hadir Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi dan Sekretaris Jenderal M Romahurmuzy. Sedangkan dari Partai Bulan Bintang, yakni Sekretaris Jenderal BM Wibowo.

SBY menjelaskan, kekuatan koalisi Merah Putih tersebut tidak terlalu jauh dengan pemenang pemilu presiden. Sehingga, lanjut dia, harus diakui ada pula kekuatan politik lain di luar pemerintahan.

"Apabila dua-duanya menjadi bagian dari pematangan demokrasi, maka yang di luar pemerintahan akan ikut mengontrol dan memastikan pemerintahan berlangsung dengan baik," ujar dia.

SBY menjelaskan pertemuannya dengan parpol koalisi kali ini dilatari keinginannya membuka komunikasi dengan koalisi Merah Putih. Keinginan itu lalu disambut oleh parpol koalisi.

"Sehingga saya jalankan tugas saya untuk komunikasi dengan kekuatan parpol politik riil," kata dia.

Komisi Pemilihan Umum menetapkan Jokowi-JK sebagai peraih suara terbanyak Pilpres. Keduanya meraih kemenangan 70.997.85 suara (53,15 persen). Jumlah itu berselisih 8.421.389 suara dari pasangan Prabowo-Hatta, yang meraih 62.576.444 suara (46,85 persen).


12.41 | 0 komentar | Read More

Bawa Kabur Pick Up Berisi Anak Gadis di Bawah Umur, Budiono Babak Belur

Laporan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Budiono (32) harus berurusan dengan pihak kepolisian Dabo Singkep, Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya ia melakukan perbuatan konyol membawa kabur mobil pick up milik, Mulyadi, warga Desa Sungai Buluh, ketika parkir di Pasar Dabo Singkep. Padahal di dalam mobil tersebut ada anak gadis  Mulyadi, sebut saja Bunga (15), Jumat (29/8), sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, Mulyadi meninggalkan anak gadisnya di dalam mobil untuk membeli sesuatu ke dalam toko. Tiba-tiba Budiono, masuk ke mobil dan melarikan mobil tersebut.

Hal tersebut diceritakan, Kanit Reskrim Polsek Dabo, Ipda Idris, kepada media diruang kerjanya, Senin (1/8).

Dilanjutkan Idris, sekitar 100 meter mobil berjalan, Bunga melompat dari dalam mobil. Budiono pun menghentikan mobil dan menghampiri Bunga. Saat bersamaan, Mulyadi yang mengejar mobil, sampai di tempat Budiono yang tengah menghampiri Bunga.

Melihat Bunga dipeluk oleh Budiono, tanpa pikir panjang, Mulyadi menarik Budiono dan terjadilah perkelahian.

Beberapa warga yang ikut mengejar mobil, seketika ikut memukul Budiono hingga babak belur. Budiono kemudian mengamankan Polsek Dabo Singkep.

"Untung petugas segera datang dan mengamankan Budiono ke Mapolsek. Terlambat sedikit, mungkin kondisi Budiono lebih parah lagi," kata Idris.

Dia mengataakan, saat dilakukan penyidikan di Mapolsek Dabo, Budiono memberikan keterangan yang tidak dimengerti atas motifnya membawa kabur mobil pick up yang di dalamnya terdapat gadis dibawah umur. Penyidik lalu, memanggil orang ibu Budiono, untuk memberikan keterangan tentang Budiono.

"Saat dimintai keterangan, jawaban tersangka ngawur. Kami lalu memanggil ibu kandungnya. Berdasarkan keterangannya, Budiono, sudah tujuh bulan belakangan mengalami gangguan kejiwaan," kata Idris.

Namun polisi tentunya tidak menerima begitu saja, pernyataan ibu tersangka. Untuk membuktikan, polisi menjadwalkan membawa Budiono ke Kota Batam untuk diperiksa ke psikater.

"Hasil pemeriksaan psikater nantinya akan menjadi dasar apakah kasus ini dilanjutkan atau tidak, karena berdasarkan hukum orang gila tidak dapat diproses hukum," katanya.

Saat ini, untuk kepentingan penyidikan, polisi menetapkan Budiono sebagai tersangka perbuatan dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencurian. Bila dalam pemeriksaan ada motif lain terkait membawa kabur mobil ini, yakni melarikan anak dibawa umur, tersangka juga akan dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak.

"Kalau hasil pemeriksaan bahwa Budiono tidak sakit jiwa, maka proses hukum akan kita lanjutkan. Tapi kalau hasilnya memang ada kelainan jiwa, kami akan mengembalikan kepada orang tua untuk dibawa berobat, tetunya  dibawa pengawasan pihak kepolisian," kata Idris.

Saat ini, Bunga anak Budiono, yang melompat dari mobil  dibawa ke Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan karena saat melompat dari mobil kepala bunga terbentur ke jalan hingga bunga muntah. Hal tersebut di ungkapkan kerabat Budiono yang tidak mau namanya di korankan


12.41 | 0 komentar | Read More

Isi Bahan Bakar, Kloter Kedua JCH Tertunda 1 Jam dari Hang Nadim Batam

tribunnews batam/argianto

Proses pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (1/9/2014). 

Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Pemberangkatan jemaah  calon haji (JCH) kloter kedua embarkasi Batam asal Provinsi Riau yang terbang melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (2/9) mengalami penundaan.

Kabag Keuangan dan Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso yang dikonfirmasi terkait penundaan membenarkan atas terjadinya delay pemberangkatan menuju Arab Saudi.

"Benar ada delay, tapi tidak berlangsung lama hanya sekitar satu jam saja, dari yang seharusnya berangkat pukul 10.00 WIB kini menjadi pukul 11.15 WIB," kata Suwarso.

Menurut Suwarso berdasarkan informasi yang diterima dirinya, delay ini bukanlah kesalahan dari panitia haji yang di Batam maupun pihak pengelolah bandara, melainkan hal ini murni dari maskapai Saudi Air sendiri.

"Saudi air melakukan refuel atau pengisian bahan bakar di Jeddah, dari aktivitas itulah berimbas pada keberangkatan calon jemaah haji kloter ke 2 embarkasi Batam ini. Refuel akibat pesawat tersebut harus mengantri mengisi bahan bakar disana," ujar Suwarso.


12.41 | 0 komentar | Read More

Naikkan Harga BBM, Jokowi Alihkan Subsidi yang Dibakar

Written By Unknown on Minggu, 31 Agustus 2014 | 12.41

JAKARTA, TRIBUN - Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi merupakan jalan satu satunya untuk menekan defisit anggaran. Sebab selama ini, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah membiarkan beban subsidi BBM terlalu besar.

"Sudah bolak-balik saya sampaikan bahwa untuk menekan defisit anggaran tahun 2015, memang jalan satu-satunya di situ (menaikkan harga BBM). Kamu harus mengerti dong subsidi BBM itu gede banget Rp400 triliun, bahkan Rp433 triliun yang untuk tahun depan," ujar Jokowi usai bersilaturahmi dengan ratusan tokoh dan kiai Nahdatul Ulama di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2014).

Namun, Jokowi mengaku masih mengalkulasikan berapa besaran kenaikan harga BBM yang ideal. Ia baru akan bicara mengenai kalkulasi setelah dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang.

"Masih dikalkulasi. Yang jelas kami harus memulai mengalihkan, mengalihkan loh hati-hati. Mengalihkan subsidi dari yang dibakar dan kenikmatan tersebut dialihkan kepada usaha yang lebih produktif. Kalau saya sampaikan idealnya kan enggak etis, kewenangan saya nanti setelah dilantik," ujar Jokowi, yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi menambahkan, apabila harga BBM tidak dinaikkan, besarnya subsidi akan menghambat percepatan pembangunan karena alokasi anggaran yang tidak tepat serta mengganggu aliran kas negara. "Ya nanti cash flownya terganggu," ujar Jokowi.

Sebelumnya, saat bertemu dengan Jokowi, Rabu lalu di Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tidak akan menaikkan harga BBM.

Pernyataan serupa dia tegaskan melalui wawancara yang diunggah melalui video steraming, Youtuber.

SBY merasa heran atas pihak-pihak yang tidak ingin ada subsidi. Ketua Umum Partai Demokrat ini bahkan menyebut kalangan tersebut neolib.

"Sebenarnya persoalan subsidi ini selalu dihadapi dari satu pemerintahan ke pemerintahan lainnya, bukan hanya pemerintahan ini. Memang, bagi negara yang anut sistem ekonomi yang sangat kapitalistik atau yang rakyat sebut neolib begitu, subsidi ini tidak disukai," kata SBY, Jumat (29/8/2014).

SBY berpendapat lain dengan kalangan yang ia sebut neolib tersebut. Ia menilai untuk Indonesia masih dibutuhkan subsidi.

"Untuk Indonesia, mengingat masih banyak yang miskin dan daya beli rendah, kalau subsidi itu betul-betul untuk menolong rakyat, jumlah tidak berlebihan dan tepat sasaran, saya kira tidak keliru. Ini yang kita jaga betul, subsidi yang pas," kata SBY.

Meski mengakui perlu adanya subsidi, SBY menilai ke depannya subsidi harus mulai dikurangi. Ia pun menyebut sudah beberapa kali mengurangi subsidi tersebut melalui langkah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Yang penting, pengurangan itu dilakukan beberapa tahap, sehingga di satu sisi APBN kita makin ideal. Di sisi lain tidak beri beban yang berlebihan ke rakyat kita. Yang jelas saya sadar subsidi perlu dikurangi, saya yakin di pemerintahan yang akan datang akan lakukan hal yang sama," ujar SBY.

Yudhoyono pun membantah kebijakannya tidak menaikkan harga BBM bersubsidi membebani pemerintahan mendatang.

Ia justru menyebut pada masa transisi dari pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri kepadanya, tahun 2004, dia tidak pernah protes karena diwarisi keharusan menaikkan harga BBM subsidi.

"Tidak baik menurut saya kalau menuduh sebuah pemerintahan membebani pemerintahan lain. Setiap pemimpin hadapi tiap tantangan.

Lagi-lagi contohlah tahun 2005 ketika saya naikkan harga BBM yang persentasenya itu tinggi. Saya tidak pernah katakan pemerintahan Bu Megawati bebani pemerintahan saya. Tidak," kata SBY.

SBY mengingatkan, setiap pemerintahan selalu mendapat tantangan dan risiko masing-masing. Pemerintahan mendatanglah yang harus menjawabnya.

Lebih jauh, ia menilai langkahnya melakukan pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo di Bali beberapa waktu lalu adalah sejarah baru. Meski begitu, ia menolak mengikuti kemauan dari pemerintahan mendatang.

"Saya pun ingin membantu, tetapi kan tidak berarti semua harus mengikuti apa yang diinginkan pemerintahan yang akan datang. Kita harus hormati kebijakan masing-masing (pemimpin)," kata SBY.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) menegaskan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi dalam masa akhir jabatannya. Alasannya, beban rakyat sudah cukup berat.

Ia mengingatkan, pemerintahan Presiden SBY sudah menaikkan harga BBM pada 2013 lalu.

Sementara tahun ini, pemerintah juga telah menaikkan tarif dasar listrik, dan sebentar lagi Pertamina dengan persetujuan DPR juga akan menaikkan harga elpiji 12 kilogram.

Ketua DPP Partai Demokrat Ikhsan Modjo membela presiden SBY. "Pak SBY mempertimbangkan masih ada opsi-opsi lainnya," kata Ikhsan Modjo dalam diskusi berjudul Bola Panas BBM, Sabtu.

Menurut Ikhsan, dalam pertemuan di Bali, Yudhoyono mempertimbangkan sudah adanya sejumlah kenaikan harga di sektor energi yang sudah memberatkan masyarakat.

"Sudah ada kenaikan TDL, bahkan ada rencana kenaikan LPG 12 kilogram yang memberikan tekanan dan beban kepada masyarakat," ujarnya.

Lagipula, kondisi harga minyak dunia cenderung mengalami penurunan. Artinya, opsi untuk menaikkan harga BBM subsidi masih dirasa sulit. Hingga saat ini, harga minyak dunia masih di bawah 100 dolar AS per barel.

Penolakan Yudhoyono untuk menaikkan harga BBM sudah disampaikan Jokowi. Penolakan tersebut muncul di tengah kelangkaan pasokan BBM bersubsidi di sejumlah daerah.

Pertamina terpaksa mengurangi pasokan karena pemerintah memangkas kuota BBM dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter dalam APBN Perubahan 2014. Pemotongan kuota ini bertujuan menekan anggaran subsidi agar tak melonjak dari Rp246,5 triliun.

Pemerintahan Yudhoyono pernah menaikkan harga Premium sebesar Rp2.000,00 menjadi Rp6.500,00 per liter dan harga solar naik Rp1.000,00 menjadi Rp5.500,00 per liter pada 22 Juni lalu.

Sejak awal Juli, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan tarif listrik rata-rata 5-11 persen untuk rumah tangga golongan menengah ke atas dengan daya minimal 1.300 watt. Adapun tarif listrik untuk rumah tangga tak mampu, yaitu pelanggan 450 watt, tidak naik.

Naikkan Sendiri

Presiden terpilih Joko Widodo mengaku menyampaikan beberapa hal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan pada Rabu malam, 27 Agustus 2014, di Nusa Dua, Bali. Salah satunya soal kenaikan harga bahan bakar minyak.

Gubernur DKI Jakarta itu meminta Presiden SBY untuk menekan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 yang diasumsikan sebesar 2,3 persen. Bahkan ia ingin defisit ditekan sekecil-kecilnya.

"Saya maunya sekecil-kecilnya. Teknisnya tanya ke tim transisi," kata Jokowi.

Cara terbaik untuk menekan defisit, kata Jokowi, adalah menaikkan harga bahan bakar minyak. Namun, SBY, kata Jokowi, menolak permintaannya.

"Beliau menyampaikan, saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat untuk menaikkan (harga) BBM," ujar Jokowi di Balai Kota, Kamis, 28 Agustus 2014. "Kenapa beliau menolak, tanya beliau," katanya.

Karena ditolak, Jokowi mengaku bakal menaikkan harga bahan bakar minyak di era pemerintahannya. "Saya siap untuk tidak populer," ujarnya.

Jokowi akan mengurangi subsidi BBM. Subsidi, kata Jokowi, akan dialihkan ke usaha yang produktif. Benih untuk petani, pestisida, dan solar untuk nelayan adalah beberapa kebutuhan yang akan mendapat subsidi.

"Saya kira harus mulai berubah. Jangan sampai konsumtif menggunakan BBM, untuk membeli mobil. Untuk mobil-mobil kita harus mulai mengubah dari sebuah konsumsi menjadi produksi. Itu saja."

Dalam RAPBN 2015, anggaran untuk belanja subsidi BBM sebesar Rp291,1 triliun. Angka itu lebih besar daripada alokasi dalam APBN Perubahan 2014 yakni Rp246,5 triliun. (Tribunnews/m1/faj/kompas.com)


12.41 | 0 komentar | Read More

Jemaah Calon Haji Kloter Perdana Terbang Besok Pagi

BATAM, TRIBUN - Embarkasi dan Debarkasi Batam Provinsi Kepulauan Riau siap melayani Jemaah Calon Haji (JCH) sesuai standar internasional.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri, Drs. H. Marwin Jamal, M.Ag.

"Insya Allah pelayanan di Embarkasi Batam tahun ini lebih baik. Tahun ini kita akan melayani sebanyak 7.898 jemaah dengan 18 kloter yang terbagi dalam dua gelombang," ujar Marwin Jamal kepada Tribun Batam, Minggu (31/8/2014).

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam telah menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 1435 H / 2014 M.

Rapat dilaksanakan di Aula Kedatangan Asrama Haji Embarkasi Batam Center, Jumat (29/8/2014) kemarin.

Dalam rakor tersebut, gelombang I dimulai dari kloter 1 sampai 14. Sedangkan gelombang II akan dimulai kloter 15 sampai 18. Pada gelombang I jemaah akan terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Gelombang I akan mendarat di Kota Madinah. Sedangkan gelombang II jemaah akan terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan mendarat di Kota Jeddah.

Pada Jumat (28/8/2014) kemarin, PPIH Embarkasi Batam telah menyambut kedatangan jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 18 orang.

JCH asal Anambas ini, sesuai rencana akan tergabung dalam kloter 1 dan bergabung dengan jemaah asal Kabupaten Natuna, Lingga, Batam, Tanjungpinang dan Bintan.

Kemudian pada Sabtu (30/8/2014) JCH asal Kabupaten Natuna dan Lingga tiba di Asrama Haji. Disusul pada pada Minggu (31/8/2014) JCH asal Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, tiba di Asrama Haji.

"Insya Allah Kloter I akan diterbangkan menuju Madinah pada Senin (1/9/2014) pukul 10.00 WIB, persiapan seluruhnya sudah matang, karena koordinasi pelaksanaan embarkasi sudah kita lakukan sejak lama," jelas Marwin.


12.41 | 0 komentar | Read More

Ditreskrimum Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

Laporan Wartawan Tribun Batam, Hadi Maulana

BATAM, TRIBUN - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri sekitar pukul 00.30 WIB, Sabtu (30/8/2014) dini hari melakukan penggerebekan lokasi gelanggang permainan (gelper) di Penuin Batam.

105 mesin yang diduga dioperasikan untuk bermain diamankan. Selanjutnya diangkut dan dibawa ke Polda Kepri. Sedangkan untuk lokasi langsung dilakukan penyegelan.

"Dan dari pemeriksaan hari ini, tiga orang langsung kami tetapkan sebagai tersangka, yakni AS sebagai pemain, AN sebagai kasir berikut wasit dan AS sebagai pengelola," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Cahyono Wibowo, Sabtu (30/8/2014).

Mengenai AS, pemain yang disebut-sebut WNA asal Singapura, Cahyono Wibowo mengaku belum tahu. "Setahu saya tidak ada, tapi ntar saya cek lagi," jelasnya.

Untuk pelaku sendiri, sebut Cahyono nantinya akan dijerat pasal 303 KUHP dan ada kemungkinan juga akan dikenakan pelanggaran Perda Pemko Batam.

"Tapi hal itu nantinya akan kami koordinasikan dengan Pemko Batam dalam hal ini Disparbud dan BPM, PN Batam, Kejaksaan Negeri, dan BP Batam," rincinya.

Sudah berapa lama lokasi ini beroperasi? Cahyono menyebutkan, dari pemeriksaan anggotanya, pengelola AS sudah melakukan usahanya di atas empat bulan.


12.41 | 0 komentar | Read More

Ahmad Dahlan: Kami Tidak Bisa Langsung Memecat Niwen

Laporan Wartawan Tribun Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Wali Kota Batam Ahmad Dahlan akan membantu proses hukum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Batam, NK (Niwen Khairiah) yang diamankan Mabes Polri.

Ditemui di Harmoni One Hotel, Sabtu (30/8/2014) siang, Dahlan menyatakan tidak akan menghalang-halangi proses hukum wanita yang memiliki rekening 'gendut' senilai Rp1,3 triliun tersebut.

Dahlan pun menyatakan dirinya tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan terhadap salah satu anak buahnya itu.

"Itukan sudah ditangani kepolisian. Ranah kita bukan hukum, wilayah itu nggak bisa kami campuri. Paling kami membantu pelaksanaannya, artinya tidak mempersulit kepolisian," ujar Dahlan, Sabtu (30/8/2014) siang.
 
Hingga kini, ia pun belum dapat memutuskan apakah akan memberikan bantuan hukum kepada salah satu stafnya itu.

"Bisa saja ada bantuan hukum, tapi kita saja masih belum tahu kasusnya. Kita lihat dulu," ujarnya.

Mengenai status kepegawaian NK sendiri, kata Dahlan masih tetap berstatus PNS.

"Soal status kepegawaian ada ketentuan kan. Jadi kami lihat dulu kasusnya berjalan, kan tidak bisa langsung non job atau pecat," jelasnya.

Sebelumnya, dikabarkan Mabes Polri berhasil menangkap dan menahan seorang PNS Kota Batam, Niwen Khairiah pada Kamis (28/8/2014).

Niwen diduga kuat terlibat kasus tindak pidana pencucian uang bernilai triliunan rupiah.

Saat ini, kasusnya NK masih diselidiki oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri.


12.41 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger