Calon Presiden RI Jokowi: Silakan Diejek dan Dicemooh

Written By Unknown on Minggu, 16 Maret 2014 | 12.41

JAKARTA, TRIBUN - Calon Presiden yang diusung PDIP Joko Widodo alias Jokowi tidak takut menghadapi serangan dari lawan politiknya. Jokowi juga tak ciut nyali meski dicemooh dan diejek.

Baginya, cemoohan dan ejekan hingga kritik adalah hal biasa. Ia sudah berpengalaman empat kali mengikuti  jalannya Pemilu Kepala Daerah, sehingga sudah tahu cara menghadapinya.  

"Kayak (serangan) Itu sudah biasa," ujar Jokowi di rumah dinasnya, Jl Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014).

Jokowi mengaku, dirinya sudah kenyang merasakan pahitnya cibiran ketika dirinya mulai mengikuti Pemilihan Kepala Daerah. Ia dua kali mengikuti Pemilihan Walikota Solo, kemudian dalam Pemilihan Gubernur DKI dua putaran.

Selama mengikuti Pilkada tersebut, Jokowi kerap mendapat serangan politik, mulai dari diserang melalui media sampai dicemooh lawan politiknya. "Namanya dijelekkan, dicemooh, diserang ya biasa. Biasalah," kata Jokowi.

Bahkan sampai diejek pun Jokowi tak masalah.  Dan itu justru dianggapnya sebagai masukan. "Saya sudah ngomong berkali-kali, diejek juga tidak apa-apa. Ada yang kritik, silakan. Biasa di dalam demokrasi itu biasa. Beratus atau beribu kali itu biasa," ujar Jokowi.

Diserang

Serangan keras terhadap Jokowi datang dari mantan Ketua MPR RI Amien Rais. Menurut Amien, Jokowi hanyalah sosok yang dilambungkan namanya oleh media massa. "Kata orang Jokowi akan hebat, buat saya tidak. Maaf," ujar Amien.

Dasar penilaiannya adalah pengalamannya di bidang politik. Ia mengatakan, Jokowi adalah sosok yang dibesarkan oleh media. Lama-kelamaan, kata Amien, pamor Jokowi akan surut.

"Kalau gelembungnya terlalu cepat, akan kempes juga. Ada hukum alam, sesuatu yang cepat digelembungkan, begitu kempes, ya sudah selesai," kata Amien.

Cemoohan Jokowi datang dari juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. "Aku ini tertawa termehek-mehek dengar Jokowi maju jadi Capres. Dia itu modal kumur-kumur doang. Prestasinya enggak ada, udah mau jadi capres? Tertawalah aku," ujar Ruhut.

Ia mengatakan, Jokowi seolah lupa akan janjinya untuk membangun Jakarta karena memilih meninggalkan warga Ibu Kota untuk maju sebagai calon presiden.

"Aku yakin, nanti masyarakat akan sadar. Masyarakat ini pintar, pasti tahu Jokowi belum punya prestasi," katanya.

Budayawan Betawi Ridwan Saidi juga mencibir Jokowi. Ia menyebut, Jokowi telah mengkhianati warga yang memercayakannya menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau mengkhianati warga itu sudah bawaan lahir dia (Jokowi). Emang begitu sifatnya. Dulu kan waktu jadi Wali Kota Solo, dia lari ke Jakarta. Sekarang dari Jakarta, dia mau lari lagi," ujar Ridwan Saidi.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menepati sumpah jabatannya selama lima tahun. Ia berujar, jika janji tak tepati, maka bisa menimbulkan bencana.

"Ada pepatah al waddu dainun, janji adalah utang. Janji itu disaksikan Allah, jadi harus kita ditepati. Kalau tidak ditepati, nanti kena bahala bencana," kata pria yang akrab disapa Nara.

Sementera itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku kecewa saat mendengar kabar deklarasi Jokowi sebagai capres dari PDIP.

Kekecewaan Prabowo ini merujuk pada Perjanjian Batu Tulis antara dirinya dan Megawati yang menyebutkan bahwa Mega akan mendukung pencapresan Prabowo di 2014.

"Pak Prabowo mengatakan, saya kecewa karena pemimpin seharusnya 'Sabda Pandita Ratu' atau perkataannya harus bisa dibuktikan," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Strategi Kampanye

Meski siap dikritik dan dicemooh, Jokowi masih merahasiakan apa strategi kampanyenya untuk membantu PDIP memenangkan Pemilu Legislatif yang digelar 9 April nanti. "Nanti didengerin saja lah. Strategi kok diungkapkan," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, apabila dirinya menggelontorkan strategi kampanye PDI Perjuangan, sama saja menghancurkan partai lantaran sudah terbaca oleh partai politik lainnya.

"Kalau diungkapkan sekarang ya digempur lah kita. Kalau dalam perang, strategi disebut, ya digempur," ucap Jokowi. Rencananya, Jokowi akan berkampanye bagi PDIP setiap hari Sabtu dan Minggu.

Kemarin, KPU RI menggelar deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta. Jokowi tidak hadir dalam acara tersebut. Meski tidak hadir, ratusan pendukung PDIP terlihat paling semangat meneriakkan yel-yel nama Jokowi.

15 partai politik nasional dan lokal hadir pada acara yang dihibur dengan  penampilan Iwan Fals dan grup Band Nidji. Di antaranya, Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum Gerindra Suhardi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKPI Sutiyoso, Ketua Umum Hanura Wiranto, Sekjen Golkar Idrus Marham dan Sekjen PKS Taufiq Ridho. Ketua DPP Nasdem Taufik Basari.

Dalam sambutannya, Ketua KPU, Husni Kamil Manik, mengingatkan seluruh peserta Pemilu melakukan kampanye damai dan bersih. Parpol diminta tidak menggunakan cara kotor untuk mendapat keuntungan.

"Praktik politik uang, intimidasi dan kekerasan harus ditinggalkan. Parpol hendaknya menyelesaikan problem bangsa dengan mengedepankan semangat kebersamaan," pesan Husni. (Tribunnews/eri/zul/aco/nic/adi)


Anda sedang membaca artikel tentang

Calon Presiden RI Jokowi: Silakan Diejek dan Dicemooh

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2014/03/calon-presiden-ri-jokowi-silakan-diejek.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Calon Presiden RI Jokowi: Silakan Diejek dan Dicemooh

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Calon Presiden RI Jokowi: Silakan Diejek dan Dicemooh

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger