Dilawan Menggunakan Produk Lokal

Written By Unknown on Selasa, 02 Juli 2013 | 12.41

KARIMUN, TRIBUN - Jika suara masyarakat sudah tidak lagi dapat memberikan masukan kepada aparat dan aparatur pemerintah dengan maraknya pelabuhan ilegal maka seruan perlawanan pun berkumandang. Perlawanan masyarakat ini dikumandangkan Ketua Pameral (Persatuan Pemuda Meral) Djufrial.

Perlawanan itu dalam bentuk seruan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada produk impor, apalagi produk impor ilegal. Dan untuk penggantinya menggunakan produk lokal menjadi pilihan terbaik.
 
"Kondisi seperti ini sudah sering kita suarakan. Capai kita karena tak pernah dilakukan penindakan atau minimal penertiban. Makanya satu-satunya kami mengajak masyarakat memulai menggunakan produk lokal, yakni produksi dalam negeri dan hasil dari keringat masyarakat kita sendiri," kata Djufrial kepada Tribun Batam, kemarin.

Selama ini masyarakat masih bergantung pada produk impor karena harganya terbilang lebih murah. Alasannya pengangkutannya lebih dekat dan tidak dikenakan biaya kepabeanan.
 
"Kalau ada dugaan kuat barang ilegal, selama ini masyarakat tutup mata dan tutup telinga saja. Karena kalau didatangkan dari Jawa misalnya, harganya justru lebih mahal. Tapi sekarang, barang ilegal tanpa pajak dan kepabeanan justru hanya mengenyangkan perut pengusaha ilegal dan oknum aparat saja," tegasnya.
 
Seorang warga lain yang enggan disebut nama yang mengaku orang awam itu kerap geram ketika melihat langsung praktik pelabuhan tikus tersebut semakin menjadi di depan mata kepalanya. Sementara harga barang-barang itu tetap saja mahal sampai ke tangan masyarakat.
 
"Kondisi seperti ini sepertinya sengaja diciptakan sejak Karimun masih berstatus kecamatan sampai akhir 1999. Banyak mafia penyelundup barang impor berkecimpung itu biasa. Yang tak biasa, harganya kok jadi tetap mahal," katanya.

Menurut data dari kesyahbandaran dan operator pelabuhan Tanjung Balai Karimun, belum lama ini, jumlah pelabuhan tidak resmi di pulau Karimun mencapai lebih dari 20 titik. Terhampar di sepanjang pesisir Tanjung Balai Karimun, Meral, dan beberapa lagi di kawasan Kecamatan Tebing. (msa)


Anda sedang membaca artikel tentang

Dilawan Menggunakan Produk Lokal

Dengan url

https://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/07/dilawan-menggunakan-produk-lokal_2.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dilawan Menggunakan Produk Lokal

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dilawan Menggunakan Produk Lokal

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger