Listrik Sistem Pulsa Merugikan Masyarakat

Written By Unknown on Rabu, 10 Juli 2013 | 12.41

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Masyarakat di hinterland mengeluhkan penukaran meteran listrik yang sebelumnya menggunakan sistem prabayar ke pascabayar.

Warga Pulau Pecung, Belakang Padang, Batam, misalnya, mereka yang baru mengalami pergantian sistem meteran listrik sejak bulan April 2013 mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan sama sekali atau bahkan sosialisasi.

Tak cuma itu, warga salah satu kelurahan di Kecamatan Belakang Padang tersebut pun merasakan sistem pascabayar sangat memberatkan.

Selain itu, sistem ini membuat pengeluaran per bulan masyarakat menjadi lebih tinggi.

"Sekitar akhir April 2013 atau awal Mei-lah 2013. Nggak ada pemberitahuan apapun, datang cuma bilang akan diganti. Sudah habis itu langsung diganti mereka sama yang pakai voucher," ungkap Abdul Malik, salah satu warga RT 02 RW 02 Pulau Pecung.

Pria yang sehari-hari membuka warung di kediamannya menjelaskan, dengan sistem lama dalam sebulan biasanya membayar Rp 120 ribu per bulan.

Namun, setelah dialihkan menggunakan sistem pulsa, dirinya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 200 ribu per bulan.

"Rp 120 ribu itu seharinya cuma nyala tujuh jam saja. Saya pakai kulkas, lampu. Nggak ada elektronik berat lainnya. Selisihnya sampai Rp 80 ribu begitu, tentu beratlah. Itu saya hanya menggunakan 6 ampere," keluhnya.

Menurut keterangannya, listrik di kampungnya hanya hidup mulai dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Itupun, jika warga sedang melaksanakan hajatan maupun warga meninggal dunia, akan ada pemotongan pengaliran listrik selama 1 jam.

"Kalau ada pesta kawinan atau yang meninggal listrik akan di potong 1 jam," tambahnya.

Hal serupa pun ikut dirasakan dan disampaikan oleh Siti Karomatul Ana. Wanita itu menyebutkan penukaran meteran yang dilakukan PLN Persero dari Ibukota Provinsi Kepri tersebut cukup berimbas negatif bagi masyarakat.

"Di sini ada 5 RT dan 2 RW. Semuanya sama, mengeluh juga. Kalau saya sendiri sekarang harus menyiapkan uang Rp 55 ribu per bulan. Listrik itu saya pakai untuk menghidupkan televisi, kulkas, blender, rice cooker sama lampu saja," kata Ana.


Anda sedang membaca artikel tentang

Listrik Sistem Pulsa Merugikan Masyarakat

Dengan url

https://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/07/listrik-sistem-pulsa-merugikan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Listrik Sistem Pulsa Merugikan Masyarakat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Listrik Sistem Pulsa Merugikan Masyarakat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger