Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Cuaca panas dan kering yang melanda kota Batam selama dua bulan belakangan ini, membuat debit air di dam-dam yang ada menyusut.
Meski belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penyaluran air bersih dari ATB ke masyarakat kota Batam, menurut Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno jika cuaca kemarau yang ekstrim ini terus berlanjut tentu akan memberikan dampak yang besar.
Apalagi, sumber air yang dikelola ATB untuk disalurkan kembali ke masyarakat tersebut memang hanya memanfaatkan dari air hujan yang turun. Enriqo memperkirakan, jika kondisi cuaca yang sama terus berlanjut sampai enam bulan ke depan, gangguan penyaluran air bersih ke masyarakat dipastikan mulai terjadi.
"Kalau sampai sekarang sih belum, tapi kalau begini terus sampai enam bulan ke depan, pasti mulai terganggu. Mulai terganggu yah, digarisbawahi itu baru mulai. Apalagi kalau sampai setahun," ucap Enriqo kepada Tribun Batam, Selasa (4/3).
Menurut Enriqo, biasanya dalam satu hari kapasitas produksi air bersih yang dilakukan ATB mencapai 3.000 liter per detik.
"Saya lupa untuk konsumsi harian atau bulanannya di seluruh Batam berapa. Yang pasti, kapasitas produksi kita itu sekitar 3.000 liter per detik, dan itu cukup banyak. Dari kondisi dam-dam kita, memang ada penyusutan, tapi nggak terlalu signifikan soalnya ada juga dam besar kayak duriangkang," tutur Enriqo.
Saat ini, setidaknya ada lima dam milik BP Batam yang dikelola oleh ATB. Enriqo pun membantah jika akibat kekeringan ini, pihaknya mengurangi debit air yang disalurkan pihaknya setiap hari kepada pelanggan.
"Nggak ada pengurangan kok. Kita juga belum ada menerima laporan gangguan dari masyarakat. Kalau memang ada gangguan terhadap penyaluran air dari kami di satu kawasan, silahkan saja hubungi ke call centre. Tapi sejauh ini belum ada laporan yang masuk," kata Enriqo.
Di lain sisi, Wakil Wali Kota Batam, Rudi yang ditanyai mengenai kondisi kemarau di Batam meminta agar masyarakat Batam banyak-banyak berdoa agar diturunkan hujan oleh yang maha kuasa.
"Berdoalah kita sama-sama. Saya pun bukan Tuhan, tak mampu kita buat hujan itu. Mana mampulah juga kita buat hujan buatan, bukan sedikit uangnya itu," ujar Rudi.
Menurut Rudi, ia sendiri pun belum ada menerima keluhan dari masyarakat yang sampai tak dapat mengecap air bersih akibat cuaca panas ini.
"Bukan masalah hujan sebenarnya, stok air nih ada kok. Tinggal distribusi ke masyarakatnya saja bagaimana. Itulah yang ditanyakan ke ATB dan BP Batam lah. Air nih memang berkurang, cuma bukanlah sampai kering. Yang bisa kita lakukan sekarang yah berdoalah," ujar Rudi.
Anda sedang membaca artikel tentang
Dua Bulan tak Hujan, Air Dam di Batam Menyusut
Dengan url
https://sriwijayaposting.blogspot.com/2014/03/dua-bulan-tak-hujan-air-dam-di-batam.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Dua Bulan tak Hujan, Air Dam di Batam Menyusut
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Dua Bulan tak Hujan, Air Dam di Batam Menyusut
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar