Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Marina Terlilit Tali Tongkang

Written By wartini cantika on Selasa, 05 Februari 2013 | 12.41

Tribun Batam - Selasa, 5 Februari 2013 12:05 WIB

Laporan Tribunnews Batam, Aprizal, Thomlimah

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Kronologi musibah laut yang menimpa feri MV Marina di sekitar Pulau Kubung, Batam, Minggu (3/2) kian terkuak. Kapal Marina yang melayari rute Tanjungpinang- Pelabuhan Telaga Punggur Batam, itu terlilit tali penarik tongkang karena jarak tugboat dan tongkang terlalu jauh.

Sang nakhoda pun tak melihat ada juntaian tali, dimana toing penarik itu berada di bawah permukaan air laut. Sang nakhoda mengira tongkang sedang labuh jangkar.

Mualim kapal,  Amirwan alias Iwan membantah jika saat itu nakhoda kapal nekat menerobos celah antara tugboat Charly III dan tongkang yang sedang mengangkut BBM jenis solar itu. Iwan sendiri meluruskan berita bahwa dirinya saat itu bukanlah nakhoda. Iwan bertindak sebagai mualim yang beberapa saat setelah terjadi benturan justru langsung berusaha ikut menyelamatkan para penumpang.

"Saat peristiwa itu posisi saya sebagai kru yang diperbantukan sebagai penyelamat. Posisi saya saat itu bukan sebagai nakhoda. Nahkoda tidak main-main pertangungjawabannya. Selain bertangung jawab terhadap keselamatan kapal, juga bertangung jawab terhadap nyawa penumpangnnya," ujar Amirwan.

Amirwan menuturkan, sebelum MV Marina menabrak tali, nahkoda tidak melihatnya sama sekali. Seharusnya,  tali penarik berada di permukaan air sehingga bisa dilihat.

"Sebenarnya kapal tongkang dan tugboat sudah terdeteksi di radar, tapi hanya dua titik kecil yang terdeteksi di radar. Selain tali toing berada di bawah permukaan air laut, jarak antara kapal tongkang dan kapal tug boat sangat jauh. Sekitar 200 meter panjang tali toingnya, idealnya di bawah 100 meter. Selain itu, lokasi sekitar kejadian sangat sempit karena berada di antara pulang Kubung dan Pulau Kasam," jelas Iwan.

Saat melintas di dekat tongkang, nakhoda diakui sudah melihat kapal tongkang tersebut. Namun karena kondisi cuaca yang sangat buruk, dikira saat itu kapal tongkang sedang lego jangkar. 

"Saya sudah sempat memberitahu nakhoda kapal, bahwa ada kapal tongkang yang sedang ditarik. Nahkoda sempat memperlambat laju kapal. Setelah memeriksa kondisi di sekitar tongkong, benar-benar tidak kelihatan toing penarik kapal tongkang itu, sehingga terus melaju. Kalau kelihatan tali di situ, mana ada nakhoda yang mau mencelakakan nyawa penumpangnya,"ungkap Iwan.

Diakuinya, cukup beruntung saat itu kapal Marina tidak dalam kecepatan tinggi. Saat baling-baling menabrak tali, salah satu tali toing itu sempat putus. Setelah tali toing putus, kapal tongkang langsung miring dan sempat menyeret kapal Marina sekitar 8 hingga 9 meter. Akibat terseret haluan tongkang itu, lambung kanan kapal Marina membentur dan robek sekitar 8 meter. 

Beruntung juga, kata Iwan, posisi kapal tongkang lebih rendah dari MV Marina. Setelah kapten kapal tug boat menghentikan kapalnya, kru MV marina langsung melompat ke atas kapal tongkang. Bahkan masih dalam kondisi panik, seluruh kru kapal MV Marina segera memerintahkan semua penumpangnya melompat ke kapal tongkang melalu pintu depan dan belakang.

"Saya lihat air sudah mulai masuk ke dalam kapal MV Marina melalui lambung kapal yang robek itu. Setelah semua penumpang dan kru kapal pindah, saya berusaha menyelamatkan kapal supaya tidak tenggelam. Saya berusaha melepaskan lambung kapal yang terseret haluan kapal tongkang. Kapal saya bawa dengan kecepatan tinggi ke perairan terdekat, ada sekitar 5 menit sampai ke perairan. Selama dalam perjalanan, saya dan kru kapal sudah sempat menghidupkan mesin genset untuk menyedot air yang masuk ke kapal kami,"tutur Iwan. 

Ia kemudian membawa kapalnya ke galangan Marina Tama Gema Nusa, Tanjunguncang dengan kecepatan yang tinggi. Sementara penumpang dievakuasi oleh kapal bantuan.

Diberitakan sebelumnya, MV Marina menabrak tongkang karena baling-baling melilit tali penariknya. Sebanyak 39 penumpang panik. Mereka selamat setelah dievakuasi menggunakan kapal bantuan menuju Punggur.

Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kota Tanjungpinang sendiri menegaskan MV Marina dalam kondisi layak berlayar. Seluruh dokumen dan kelengkapan pelayaran dinyatakan masih aktif dan siap pakai.

"Kapal itu memang laik laut. Segala dokumen dan kelengkapan pelayarannya memang ada dan masih aktif saat kami periksa," kata Aan Anwar selaku kepala seksi (Kasi) Keselamatan Kapal Berlayar pada kantor Adpel Kota Tanjungpinang, Senin (4/2).

Karena dinyatakan laik laut maka pihak Adpel akhirnya mengizinkan kapal tersebut untuk berlayar. Namun, Aan sendiri mengatakan segala sesuatu yang terjadi di tengah laut bukan lagi menjadi tanggungjawab pihak Adpel. "Jadi persoalan menyangkut jarak pandang, perubahan cuaca di tengah laut, dan lain-lain menjadi tanggungjawab nahkoda," tukas Aan.  (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Marina Terlilit Tali Tongkang

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/02/ini-pengakuan-nakhoda-kapal-marina.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Marina Terlilit Tali Tongkang

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Ini Pengakuan Nakhoda Kapal Marina Terlilit Tali Tongkang

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger