Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri

Written By Unknown on Selasa, 16 April 2013 | 12.41

TRIBUNNEWSBATAM.COM, PALEMBANG - Pasangan suami istri, Budi Satria (29) dan Martalia (19), ditemukan tewas berpelukan di ranjang dalam kamar rumah di Perumahan Talang Kelapa, Blok 4, RT 28/07, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (15/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga Budi menembak kepala istrinya itu kemudian bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri. Peristiwa tragis itu diperkirakan terjadi pukul 05.00 atau delapan jam sebelum jenazah keduanya dilihat Murni (67), nenek Lia.

Sekitar pukul 05.00 itu, Murni yang hendak salat subuh mengaku sempat mendengar suara letusan dua kali, tetapi dia mengira itu suara balon milik Raihan (2,5), putra Budi dan Lia yang tidur sekamar dengan orangtuanya.

Murni bahkan pada pukul 11.00 sempat bermain dengan Raihan di ruang keluarga. Raihan keluar kamar tanpa menyadari ayah dan ibunya sudah tidak bernyawa. Dilihat dari posisi jenazah dan tempat tidur, besar kemungkinan Raihan melangkahi kaki ayah dan ibunya itu untuk keluar kamar.

Puas bermain dengan buyutnya, Raihan menangis pukul 15.00 karena lapar. Murni, yang menduga cucu dan cucu menantunya masih tidur, masuk ke kamar untuk meminta Lia membuatkan susu sekalian memandikan Raihan. Betapa kaget dia mendapati kepala Budi dan Lia sudah bersimbah darah.

"Saya sebetulnya mulai curiga ketika sore hari tak juga ke luar. Saya masuk lalu senggol-senggol kakinya, ternyata sudah meninggal," kata Murni dibincangi Tribun semalam.

Murni sempat bertemu Lia sekitar pukul 03.00 (dua jam sebelum suara tembakan). Ketika itu Lia keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan susu Raihan. Murni menanyakan apakah Budi sudah pulang. Dijawab Lia, Budi sudah pulang tetapi sedang demam. Setelah itu Lia kembali masuk ke kamar. Dua jam setelah itu terdengar suara letusan.

"Tar, tar. Saya kira itu bunyi balon pecah. Sebab Raihan itu sering membawa balon waktu tidur. Saya juga dengar suara rengekan anak kecil, tapi saya kira anak tetangga," ujar Murni.

Baru Pulang

Murni sungguh tak menyangka keduanya tewas. Ia baru menyadari percakapan dengan Lia sekitar pukul 03.00 itu, menjadi yang terakhir kalinya.

Sebelum kejadian itu, Budi pulang dari tempatnya bekerja di perkebunan sawit di Muba, Minggu (14/7) sekitar pukul 23.00. Tiba di rumah kontrakan itu, Budi, Lia dan anaknya Raihan tidur di kamar depan. Sementara Murni pada malam itu memilih tidur di ruang tengah. Belum diketahui motif Budi mengakhiri hidup istri dan dirinya.

Budi dan Lia tewas dengan bekas luka di kepala. Keduanya dalam posisi berbaring di tempat tidur. Budi hanya memakai celana pendek. Di kedua lengannya ada tato bercorak batik. Sedangkan Lia yang posisinya berdampingan hanya menggunakan kaos ketat biru tanpa lengan.

Semalam rumah tipe 36 itu ramai dikunjungi tetangga dan sanak keluarga. Raihan hanya bisa merengek minta digendong. Tetangga dan sanak keluarga sedih melihat bocah yang masih mengira kedua orangtuanya sedang tidur.

"Raihan mengatakan kalau mamanya sedang bobo. Tidak tahu siapa yang akan mengasuhnya. Neneknya (ibu Lia, red) dalam perjalanan dari Sekayu ke Palembang," jelas Amel, tante korban.
Sempat Dinasehati

Menurut Malizon, Ketua RT 28, Budi dan Lia baru tiga bulan tinggal di rumah kontrakannya sekarang. Sebelumnya, kedua pasangan itu tinggal sekitar 200 meter dari rumah ditempati sekarang.

"Budi itu memang jarang pulang. Ia bekerja sebagai sopir pribadi bos perkebunan sawit. Orangnya memang pendiam dengan warga lain, tetapi selalu ramah dengan saya," jelas Malizon kepada Tribun Sumsel.

Malizon mengakui, Lia yang merupakan bungsu dari tiga bersaudara pernah bercerita memiliki masalah rumah tangga. Malizon tak menanyakan detil masalahnya, namun menasehati keduanya.

"Saya waktu itu nasehati agar keduanya yang belum lama berumah tangga harus saling mengalah. Sebab, keluarga yang baru terbentuk itu banyak sekali cobaan," ujar Malizon mengulangi nasehatnya waktu itu.

Kedua jenazah dibawa ke kamar mayar RSMH Palembang. Petugas Forensik, Dr Indra NS SpF, mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara jenazah Lia terdapat luka tembak di kening dan mayat Budi luka tembak di kepala kanan tembus ke kiri.

"Baru itu hasil dari pemeriksaan sementara, karena pihak keluarga tidak memperbolehkan untuk visum dalam, hanya visum luar saja," katanya.

Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam Tarmudi, membenarkan kejadian tersebut. Namun untuk kejelasannya masih didalami lagi oleh pihaknya.

"Barang bukti adalah sebuah pistol rakitan laras pendek. Mengenai motif dan kejelasannya, saat ini pihak kami masih mendalami lagi kasus ini," ucap Imam. (tribun sumsel/wan/khr/mg3)


Anda sedang membaca artikel tentang

Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/04/tragis-usai-menembak-istri-budi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger