Tahu Berbahan Aneh Resahkan Warga Dabo

Written By Unknown on Minggu, 25 Agustus 2013 | 12.41

Laporan Tribunnews Batam, Abdul Rahman Mawazi

LINGGA, TRIBUN - Warga Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, resah dengan adanya bahan campuran pada proses pembuatan tahu. Warga berharap instansi terkait segera mengambil tindakan tegas.

Apalagi kandungan zat pada bahan pembuatan tahu belum diketahui secara pasti. Hal ini demi keselamatan dan kesehatan warga yang mengonsumsi tahu.
 
"Ngeri jugalah. Kalau macam itu, tak boleh lah dibiarkan saja. Memangnya bahan itu untuk apa?" ujar Anwar, ketika dimintai keterangan Bintannews (Tribun Network), Jumat (23/8/2013).

Ia mengaku tidak mengetahui jika selama ini proses pembuatan tahu menggunakan bahan apa saja. Namun, ia berharap agar para pembuat tahu juga punya rasa kemanusian.
 
"Dia sendiri mau tak makan tahunya. Kalau yang buat saja tak mau makan, berarti ada apa-apa tuh," ujarnya lagi.

Menurutnya, pihak kecamatan ataupun dinas kesehatan harus bertindak tegas dengan tidak membiarkan begitu saja para pembuat tahu yang mencampurkan bahan-bahan yang tidak jelas dan membahayakan.

Masyarakat berharap kepada Dinas Kesehatan agar bisa segera memastikan kandungan bahan campuran yang berada di dalam tahun itu.
 
Dalam peninjauan ke lokasi produksi tahu rumahan di Dabo Singkep, Camat Singkep dan Dinas Kesehatan setempat menemukan penggunaan bahan cair yang dicampurkan ke dalam proses pembuatan tahu.

Namun demikian, belum diketahui kandungan dari bahan-bahan tersebut. Sedangkan informasi yang diproleh Tribun Batam, bahan tersebut untuk mengentalkan tahu sehingga bisa lebih awet.
 
Seorang ibu rumah tangga, Dewi, mengaku selalu selektif dalam pembelian tahu. Hal itu untuk menghindari tahu yang mengandung formalin dan zat sejenis lainnya yang berbahaya.

Ia pun mengaku hanya membeli tahu di tempat langganannya saja sebab ia lebih yakin.
 
"Kalau di tempat saya beli, tahunya lembek. Kalau dah sore, pun tahunya sudah mulai agak kecut. Kalau di tempat lain, saya tak berani," komentar Dewi.

Ia sendiri mengaku tetap mengonsumsi tahu selagi ia yakin tahu yang dibeli aman dari bahan pengawet yang berbahaya.
 
Sebelumnya, Kasi Penyehatan Lingkungan, Dewi, mengatakan, belum mengetahui perihal kandungan zat pada bahan tambahan yag digunakan dalam proses pembuatan tahu itu.

Pihaknya berencana mengirimkan sample dari bahan itu ke laboratorium di Batam untuk mengetahui detail dari kandungannya.
 
"Kami masih akan mengirimkan sample ke Batam biar lebih jelas. Kami tidak tahu ini bahan apa," ujar Kasi Penyehatan Lingkungan, Dewi.

Ia pun merasa aneh karena empat lokasi produksi tahu rumahan yang ditinjau mengaku menggunakan bahan tersebut. Para pedagangnya mengaku bahan itu berasal dari China dan dibeli dari seorang pedagang di Batam.


Anda sedang membaca artikel tentang

Tahu Berbahan Aneh Resahkan Warga Dabo

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/08/tahu-berbahan-aneh-resahkan-warga-dabo.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Tahu Berbahan Aneh Resahkan Warga Dabo

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Tahu Berbahan Aneh Resahkan Warga Dabo

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger