Nadi Muhammad Fajar Tersayat Gerinda

Written By Unknown on Selasa, 22 Oktober 2013 | 12.41

BATAM, TRIBUN - Suyoto tidak henti-hentinya menyampaikan penyeselan di hadapan jasad anaknya. Warga kampung Belian ini, tidak menyangka kalau Muhammad Fajar, meninggal karena tangan kirinya kena gerinda pemotong keramik, Minggu (20/10/2013).
 
"Kalau kamu pulang ke kampung tidak begini jadinya. Ini malah saya dimarah balik," ujar Suyoto menyampaikan penyesalan di hadapan jasad Muhammad Fajar di ruang gawat darurat RSUD Embung Fatimah.
 
Suyoto sendiri mengaku kalau anaknya itu, bukan pekerja buruh bangunan, namun bekerja di showroom mobil di Batuampar. Dalam masa cuti, Muhammad Fajar membantu temannya yang lagi merenovasi rumah di Kavling Seroja Blok I Nomor 43 RT 03, RW 08 Kelurahan Sungai Pelunggut, Sagulung.
 
"Anak saya lagi cuti, saya tidak tahu persis kejadiannya, saya dapat telepon diberitahu anak saya sudah meninggal," ujarnya.
 
Jefri saksi mata yang ikut Fajar memasang keramik, menceritakan saat kejadian dia sedang memasang keramik di dalam kamar mandi.
 
Tiba tiba Fajar berteriak minta tolong untuk memadamkan aliran listrik ke gerinda pemotong keramik.

Dia pun bergegas keluar dan melihat Fajar sudah dalam kondisi terlungkup dan tangan terlipat ke atas, dengan mesin gerinda menyala. Mesin gerinda terus berputar dan melukai tangan kirinya hingga urat nadi putus.
 
"Saya mau tolong Fajar, kaki saya juga kesetrum aliran listrik. Saya terus berusaha mencabut kontak aliran listrik mesin gerinda. Saya langsung mengangkat Fajar yang sudah terlukup itu. Saat itu dia masih bernafas, dengan kondisi tangan terluka dan bagian dada terluka,"kata Jefri menceritakan.
 
Jefri lalu mencari bantuan, dia bersama salah salah satu warga mencari angkutan untuk membawa Fajar ke RSUD Embung Fatimah. Namun nyawanya tidak tertolong lagi, Fajar meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
 
Sebelumnya, Fajar sedang memotong keramik yang akan dipasang di bagian dinding dapur. Namun, gerinda yang dipakai korslet hingga kesetrum dan mengenai tangan kiri Fajar hingga gerinda lengket memutuskan urat nadi.
 
"Kami hanya berdua yang bekerja. Fajar saat itu sedang potong keramik di ruang tengah yang mau dipasangkan ke dinding rumah itu. Sedangkan saya kerja di kamar mandi," ujarnya.
 
Kapolsek Sagulung AKP T Manihuruk SH melalui Kanit Reskrim Ipda Simamora menyebutkan korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit karena diduga kekurangan darah.
 
Korban bekerja bersama temannya memasang keramik. Saat itu, korban sedang memotong keramik menggunakan mesin gerinda.
 
Malangnya, gerinda yang dipegang itu korslet hingga kesetrum aliran listrik dan mengenai tangan kirinya. Korban pun langsung teriak minta tolong.
 
Korban yang sudah dalam kondisi lemas, terjatuh dengan posisi telungkup. Temannya yang melihat, langsung menolong dan membawa korban ke rumah sakit. "Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit dan diduga karena kehabisan darah," ujarnya.


Anda sedang membaca artikel tentang

Nadi Muhammad Fajar Tersayat Gerinda

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/10/nadi-muhammad-fajar-tersayat-gerinda.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Nadi Muhammad Fajar Tersayat Gerinda

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Nadi Muhammad Fajar Tersayat Gerinda

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger