Laporan Wartawan Surya, Adrianus Adhi
BOJONEGORO, TRIBUN - Sebuah lokasi pengeboran gas di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas mengalami kebocoran, Senin (13/01/2014). Menurut sejumlah warga di sekitar lokasi kebocoran gas, bau tidak menyengat itu baru diketahui sekitar sore lalu, menjelang ibadah salat Magrib.
Akibat mencium bau itu, sejumlah warga mengalami mual-mual. "Baunya betul-betul tidak enak, seperti telur busuk," kata Yulianto (31), seorang warga, Selasa (14/1/2014).
Belum diketahui jumlah korban persis akibat mencium bau tersebut. Kendati begitu, hingga kekinian diketahui ada seorang yang pingsan karena menghirup bau itu.
Korban adalah seorang pekerja di proyek pengeboran itu bernama Ayat. Korban kini telah dirawat di RS Aisyah, Bojonegoro guna mendapat penanganan medis. Sedangkan lokasi bocornya sumur minyak, berada di sumur Sukowati 29 di lapangan B.
Sumur itu dikerjakan oleh perusahaan patungan Joint Operating Body Petrochina-Pertamina. Untuk diketahui, kebocoran gas bukan kali ini saja terjadi di Bojonegoro.
Pada pertengahan tahun lalu, dua warga Bojonegoro juga pingsan setelah menghirup kebocoran gas di pipa gas buang (Flare) milik PT Gasuma Federal Indonesia, yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Tuban-Bojonegoro.
Gas yang bocor ini, biasanya Hidrogen Sulfida (H2S). Campuran senyawa kimia ini merupakan bahan dasar pembuatan Liquid Natural Gas (LNG).
Senyawa gas yang terbuat dari aktivitas biologis bakteri organik ini tergolong beracun, karena itupula apabila menciumnya akan terasa mual-mual. Bau tersebut biasanya menyebar hingga radius satu kilometer.
Anda sedang membaca artikel tentang
Warga Bojonegoro Keracunan Gas Milik Petrochina-Petamina
Dengan url
http://sriwijayaposting.blogspot.com/2014/01/warga-bojonegoro-keracunan-gas-milik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Warga Bojonegoro Keracunan Gas Milik Petrochina-Petamina
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Warga Bojonegoro Keracunan Gas Milik Petrochina-Petamina
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar