Kader Pengurus PDI Perjuangan Sumatera Utara Sempat Galau

Written By Unknown on Minggu, 16 Maret 2014 | 12.41

MEDAN, TRIBUN - Caleg PDI Perjuangan menyambut gembira penetapan Joko Widodo sebagai calon presiden partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri ini.

Mereka yakin tuah dan popularitas Jokowi bisa membesarkan PDI Perjuangan dan bahkan mendongkrak suara caleg pada Pemilu 9 April 2014.

Caleg DPR RI Dapil Sumut I Bintatar Parlaungan Hutabarat bahkan mengatakan telah merancang iklan kampanye untuk billboard dengan pesan berbunyi; "Soekarno Inspirasiku, Megawati Pemimpinku, Jokowi Presidenku."

"Wajar saja jika orang lain ikut nimbrung popularitas dia (Jokowi). Saya pikir kami (kader PDI Perjuangan) harus memanfaatkan keuntungan itu," katanya saat dihubungi, Sabtu (15/3/2014).

Bintatar mengatakan, penetapan Jokowi sebagai capres akan turut mendongkrak popularitas caleg PDI Perjuangan, termasuk dirinya, secara perlahan.

Bintatar adalah pensiunan PLN yang sempat menjabat GM PLN Pembangkitan dan Jaringan Sumatera Utara, Aceh dan Riau (Pikitring Suar). Ia caleg nomor urut 7, di Dapil Sumut 1.
 
Namun menurut Bintatar, mendompleng popularitas Jokowi tetap memerlukan berbagai persiapan dan seni. Seorang caleg, katanya, tidak bisa hanya membawa-bawa nama Jokowi dalam kampanyenya tanpa betul-betul mengenal mantan Wali Kota Solo itu.

"Kami (caleg) harus tahu tentang Jokowi. Saya, misalnya, membaca beberapa buku tentang Jokowi. Harus tahu siapa sebenarnya Jokowi dan apa saja yang telah ia perbuat."

Selain untuk menyelaraskan dengan citra Jokowi sebagai pemimpin yang merakyat, Bintatar menganggap, pengetahuan yang mumpuni tentang Jokowi juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai usaha untuk menjatuhkan Jokowi yang kemungkinan akan ditemui saat berkampanye.

Saat melakukan dialog di tengah masyarakat, misalnya, banyak orang-orang yang sengaja ingin menyerang Jokowi.

Senada, caleg DPR RI Dapil Sumut I nomor urut 2, Sofyan Tan, mengaku gembira mendengar penetapan Jokowi sebagai capres PDI Perjuangan.

Menurutnya, kabar dari Jakarta itu menghapuskan anggapan banyak pihak yang menilai Megawati tidak legowo Jokowi maju sebagai presiden.

"Ternyata Ibu Mega memberikan boarding-pass kepada Pak Jokowi. Ini berarti Bu Mega adalah seorang negarawan sejati yang berpandangan bahwa seorang ketua umum partai tidak harus menjadi calon presiden. Tidak banyak ketua umum partai yang seperti ini," kata mantan calon wali kota Medan ini, via seluler, Sabtu malam.

Sofyan lega karena akhirnya melihat momentum kemenangan PDI Perjuangan. Menurutnya, partai banteng moncong putih ini sudah terlalu lama menunggu untuk kadernya duduk di lembaga eksekutif setelah selama sepuluh tahun terakhir selalu menjadi oposisi.

Majunya Jokowi, kata Sofyan, juga akan mempermudah caleg dari PDI Perjuangan untuk mendekati para pemilih. Pemilih, katanya, akan melihat caleg dan capres dari PDI Perjuangan sebagai paket yang menarik karena akan sinergis dalam mengelola negara dan bangsa.

Lebih dari itu, ia meyakini, Jokowi dan para caleg partainya akan mampu mengajak para golongan putih untuk ikut  mencoblos.

"Dengan adanya Pak Jokowi, yang tidak mau mencoblos jadi akan mau memilih."

Namun, Sofyan mengatakan PDI Perjuangan sudah punya peluang besar untuk memenangkan Pemilu bahkan sebelum penetapan Jokowi.

Khusus untuk dirinya, Sofyan juga mengaku tidak hanya mendompleng popularitas Jokowi. Ia percaya diri dapat menduduki kursi di DPR RI karena yakin masyarakat Sumut telah mengenalnya dan mengetahui rekam-jejaknya.

"Saya sudah punya modal. Bukan berarti kita menihilkan peran Pak Jokowi. Tapi masyarakat sudah mengenal saya  melalui pengabdian jadi saya bukan asal maju."

Oleh karenanya, Sofyan tidak jor-joran berkampanye lewat media iklan. Trimedya Panjaitan, caleg PDI Perjuangan dari Dapil Sumut II, mengatakan masyarakat yang menginginkan Jokowi memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan, tentu  mendukung caleg PDI Perjuangan.

"Kami yakin pemilih akan berbondong-bondong memilih caleg PDI Perjuangan agar partai ini bisa mencapai presidential threshold 20 persen supaya bisa mencaolonkan Mas Jokowi sebagai presiden," kata Trimedya yang saat dihubungi sedang melakukan kunjungan konsolidasi di berbagai tempat di Samosir.

Meskipun demikian, caleg dari nomor urut 1 di Dapil Sumut II ini mengaku tidak sampai memakai foto-foto Jokowi dalam kampanyenya. Trimedya mengaku dalam iklan kampanye, dirinya hanya memakai foto Megawati dan Puan Maharani.

Menurutnya, ini hanya mengikuti hierarki partai. Roma Simaremare, Caleg DPRD Medan Dapil IV mengaku dirinya telah punya modal cukup dan tidak menyandarkan pada  popularitas Jokowi.

"Mungkin beberapa caleg berpandangan seperti itu. Tapi bukan karena Jokowi saya dipilih rakyat. Saya dipilih karena saya juga merakyat," tegasnya.

Dia mengaku tetap akan menggunakan gambar Jokowi dalam iklan kampanyenya. Namun, itu dilakukannya untuk kebesaran partai dan untuk mendukung Jokowi sebagai presiden.

"Kita buat nama Jokowi (di iklan kampanye) supaya rakyat mengetahui Jokowi sebagai presiden." DPD PDI Perjuangan Sumut menggelar konferensi pers untuk menyatakan dukungan pada Capres Jokowi. Deklarasi pernyataan sikap itu dibacakan Budiman Nadapdap, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, didampingi Ahyar Nasution, Taufan Agung Ginting, Suriani, dan Tagor Simangunsong.

Budiman juga mengimbau kepada masyarakat dan kadernya  tidak terprovokasi penggembosan yang dilakukan pihak lain terhadap Jokowi.

"Kalau ada seperti itu biarlah masyarakat yang menilai tentang itu. Pencapresan Jokowi berdasarkan desakan masyarakat luas, hasil survei dan poling yang mendukung pencalonannya sebagai presiden."

Meski begitu, PDI Perjuangan Sumut mengaku tidak MAU terlena dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Serta mengantisipasi calegnya malas untuk bekerja dan hanya mau mendompleng popularitas Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan.

"Itulah bahaya yang harus kami antisipasi ada euforia berlebihan pencapresan Jokowi. Namun kami sudah melakukan konsolidasi di daerah untuk ini justru membuat mereka bekerja lebih keras lagi," kata Budiman.
 
Ia yakin mesin partai selama ini sudah panas sejak pemilihan Gubernur Maret 2013, sehingga tidak perlu dipanaskan lagi. DPD PDI Perjuangan Sumut yakin mendapatkan di atas 20 persen suara di Sumut.

"Kami merasa bersalah jika target itu tidak tercapai. Kami bukan over confidence namun confidence dengan pencalonan Jokowi. Bahkan kami dapat info dari daerah seperti buruh membuat komunitas duduk-duduk di warung-warung maupun tempat lainnya membuat kelompok relawan."

Taufan mengatakan sudah banyak komunitas dan kelompok masyarakat maupun profesi yang membentuk tim relawan Jokowi sebagai capres.

"Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat terkait pencalonan Jokowi menjadi Capres. PDI Perjuangan Sumut siap bekerja sama dan bersinergi dengan mereka untuk memenangkan Pileg dan Capres," ujarnya.

Budiman mengaku sempat galau saat Megawati belum mengumumkan Jokowi sebagai capres. Bahkan beberapa kader lain juga sempat menunjukkan kekecewaan.

"Namun sekarang sudah lega, dan bisa menentukan arah perjuangan untuk bisa memenangkan Pileg dan Capres tahun ini."

"Kami yakin dengan pencapresan Jokowi, kami akan menang. Dia (Jokowi) akan memenangkan hati masyarakat."

Kampanye akbar PDI Perjuangan di Sumut dilaksanakan pada 18 Maret, 23 Maret, dan 3 April. Namun  DPD PDI Perjuangan Sumut belum mendapatkan jadwal Jokowi turun ke Sumut.

"Kampanye Jokowi ke Sumut masih menunggu jadwal dari pusat. 18 Maret, kampanye perdana Puan Maharani akan melakukan rapat akbar di Siborongborong."

Ia memastikan Jokowi datang ke Sumut pada 8 April untuk  menghadiri pelantikan Bupati Taput, Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir, yang diusung PDI Perjaungan. (Tribun Medan)


Anda sedang membaca artikel tentang

Kader Pengurus PDI Perjuangan Sumatera Utara Sempat Galau

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2014/03/kader-pengurus-pdi-perjuangan-sumatera.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kader Pengurus PDI Perjuangan Sumatera Utara Sempat Galau

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kader Pengurus PDI Perjuangan Sumatera Utara Sempat Galau

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger