Dua TKI Loncat dari Kapal Tak Mau Dipulangkan ke Kampung

Written By Unknown on Sabtu, 13 Oktober 2012 | 12.41

Tribun Batam - Sabtu, 13 Oktober 2012 01:00 WIB

Laporan Tribunnews Batam, Dedy/Thomy/Ikhsan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Surya dan Firman, TKI bermasalah yang dideportasi dari Malaysia ke Tanjungpinang sempat membuat gempar aparat di Tanjungpinang, Jumat (12/10) sore. Pasalnya kedua TKI itu tiba-tiba meloncat dari kapal yang hendak membawanya ke Tanjungpriok Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua TKI sempat ditolong oleh sejumlah nelayan di perairan Bintan. Sayang, setelah dievakuasi dan dibawa ke dermaga, keduanya kembali lari dari tangan petugas. Hingga malam tadi keduanya masih menghilang dan tak diketahui keberadaannya.

Ratusan TKI dideportasi dari Malaysia karena masalah dokumen yang tak lengkap. Mereka sudah beberapa hari berada di Tanjungpinang, sebelum akhirnya hendak dipulangkan ke daerah masing-masing melalui Tanjungpriok. Namun di antara ratusan TKI yang bersyukur karena bisa kembali ke kampung halaman, dua orang di antaranya justru keberatan dipulangkan. Mereka memilih tetap di rantau, meski nasibnya belum menentu.

Diperoleh informasi, Jumat sore ratusan TKI siap diberangkatkan ke Tanjungpriok menggunakan kapal Pelni KM Sirimau. Namun belum jauh dari bibir dermaga, tiba-tiba Surya dan Firman meloncat ke laut.  Menurut Ria, kepala Satgas TKI bermasalah kota Tanjungpinang, Surya yang berasal dari Sumatera Utara dan Firman dari Lombok itu memilih loncat dari kapal Sirimau setelah kapal baru berlayar 200 meter. Pihak pengawas memang tidak sempat mengetahui aksi kedua orang ini sebab para petugas tidak menduga keduanya nekat meloncat dari kapal dan terjunt ke laut.

"Kapal sudah berlayar 200 meter. Makanya kami pulang ke Tanjungpinang. Sampai di tengah jalan kami mendapat informasi dari pihak kapal bahwa ada dua TKI yang terjun. Kami putar kembali ke pelabuhan. Di situ kami dengar informasi bahwa mereka ditolong oleh nelayan dengan pompong. Setelah itu mereka kabur dan belum ditemui juga," jelas Ria.

Juramadi Esram, kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang juga mengatakan bahwa segala urusan terkait penumpang di atas kapal adalah tanggung jawab pihak kapal. Karenanya jika sampai terjadi penumpang meloncat ke laut itu bukan lagi tugas Satgas TKI bermasalah.

"Kalau sudah ada di atas kapal, itu jadi tanggung jawab pihak kapal. Apalagi mereka semua sudah punya tiket resmi. Saya dengar informasi dari staf saya, kedua TKI ini pandai berenang. Jadi mereka sengaja terjun ke laut dan kabur,"

jelas Juramadi. Mengenai keberadaannya saat ini, belum diketahui. Hanya diperoleh keterangan dari saksi-saksi, keduanya menghilang setelah sempat naik taksi dari dermaga dan melesat menuju arah Tanjungpinang.

Ulah nekat dua penumpang itu tidak membuat kapten kapal Agus Santosa memutar haluan kapal dan kembali lagi ke pelabuhan. Keputusan itu diambil Agus justru diambil setelah melihat kedua penumpang itu selamat sampai di darat.

General Manager (GM) Pelindo kota Tanjungpinang, Wasman, sendiri saat dimintai keterangan mengaku belum bisa memastikan apakah itu benar-benar penumpang kapal atau pengantar yang ketinggalan di kapal. "Anggoata saya tidak berhasil tangkap mereka. Kalau kami berhasil tangkap maka kami pasti interogasi mereka. Karena ulahnya itu tentu mempengaruhi operasi kapal kami. Kapal memang tidak kembali ke darat karena kapten kapal Agus Santosa melihat keduanya selamat sampai di darat. Sekarang kapal berlayar menuju Belinyu," terangnya. (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Dua TKI Loncat dari Kapal Tak Mau Dipulangkan ke Kampung

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2012/10/dua-tki-loncat-dari-kapal-tak-mau.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dua TKI Loncat dari Kapal Tak Mau Dipulangkan ke Kampung

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dua TKI Loncat dari Kapal Tak Mau Dipulangkan ke Kampung

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger