Arapaima Gigas Pernah Ditawar Rp 250 Juta

Written By Unknown on Rabu, 28 Agustus 2013 | 12.41

BATAM, TRIBUN - Netty Herawati, pengelola hutan wisata Mata Kucing, Jalan Diponegoro, Sei Harapan, Sekupang, Batam, Kepri, tengah dirundung duka. Ia mengatakan jika dirinya dalam keadaan berdukacita.

"Saya dalam kondisi berduka," ujar Netty kepada Tribun Batam, Senin (26/8/2013).

Netty baru saja kehilangan ikan arwana jenis Arapaima Gigas. Ikan langka itu ditemukan mati di kolam hutan wisata yang tak jauh dari Sei Harapan.

Netty memiliki firasat sebelum kematian ikan arwana tersebut. Mimpinya tidak seram melainkan menyenangkan.

"Saya sebelumnya mimpi diberikan anak perempuan," ujar Netty.

Netty pun sempat senang dengan mimpinya. Tapi mimpi itu tak mampu menutupi kekagetannnya tatkala ia mendapat kabar ikan arwana ditemukan mati mengapung sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu, 25 Agustus 2013.

Ikan arwana Arapaima Gigas itu diketahui berasal dari Sungai Amazon, Amerika itu mati. Ikan yang memiliki panjang 2,4 meter, lingkar badan 102 centimeter, dan berat sekitar 100 kg itu.

Kata Netty, beberapa waktu lalu, ikan tersebut sudah sempat ditawar pengusaha kawasan wisata Lagoi serta pengusaha asal Bali senilai Rp 250 juta.

"Sudah pernah ditawar Rp 250 juta tapi saya tidak menjual nyawa," kata Netty.

Bagi Netty, ikan arwana tersebut sudah menjadi bagian dalam hidupnya yang sulit untuk dipisahkan.

Uniknya ikan ini dipercaya memiliki kelebihan bagi sebagian orang. Termasuk memberi tanda-tanda khusus tertentu bagi mereka yang ingin meramal nasib.

"Ikan itu dipercaya sebagian orang bisa meramal nasib seseorang," kata dia.

Netty menuturkan, ikan tersebut pemberian Ismail, pemilik toko ikan arwana di Batam. Ikan itu diberikan Ismail sebagai penghibur bagi Netty Herawati ketika dirawat di rumah sakit.

"Waktu itu hutan wisata Mata Kuncing dihancurkan Ditpam BP Batam tahun 2004 lalu itu," kata Netty.

Netty menceritakan seorang pengusaha mal di Baloi, pernah datang dan memberi makan ikan tersebut. Namun ikan itu tidak bersedia muncul ke permukaan.

Padahal ikan tersebut sudah dipanggil dengan berbagai cara agar muncul.

"Belakangan usaha mal orang tersebut bangkrut. Dia memberitahu saya," ujar Netty.

Jadi kata Netty, ikan itu juga dipercaya bisa meramal nasib usaha seseorang dengan cara seperti itu.

"Sebagian kepercayaan orang, ikan ini bisa memberikan pertanda apakah orang yang bersangkutan bernasib baik atau tidak menjalankan usahanya atau saat mendapatkan proyek," ujarnya.

Ikan itu juga pernah memberi tanda saat pejabat tinggi di Kepri ditangkap KPK. Malamnya, ikan dengan jenis yang sama mati mendadak, seakan memberitahu kejadian tersebut.

Saat ini ikan Arwana Arapaima Gigas dari lima ekor tinggal tiga ekor yang hidup dan kolam hutan wisata Mata Kucing. Selain ikan langka tersebut.

Di tempat hutan wisata Mata Kucing juga terdapat ikan Balido yang bandannya bengkak, ikan lele tiger, ikan bawal, dan ikan crocodile fish asal dari Amerika Latin.

"Saya awalnya tidak percaya kalau ikan yang dipercayai orang bisa memberikan ramalan itu mati. Memang di beberapa tempat terdapat ikan Arwana Arapaima Gigas itu. Namun ikan yang menjadi kepercayaan bagi warga keturunan tersebut karena warna tubuh ikan itu merah berbeda dengan di tempat lain. Justru ikan ini dipercayai bisa meramal nasib seseorang," katanya.

Menurut Netty, ikan tersebut diduga mati karena memakan batu. Bisa jadi batu tersebut diberikan secara sengaja ataupun tak sengaja orang yang berkunjung ke lokasi tersebut.


Anda sedang membaca artikel tentang

Arapaima Gigas Pernah Ditawar Rp 250 Juta

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/08/arapaima-gigas-pernah-ditawar-rp-250.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Arapaima Gigas Pernah Ditawar Rp 250 Juta

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Arapaima Gigas Pernah Ditawar Rp 250 Juta

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger