BP Batam Tidak Tahu Uang Rp 700 Juta

Written By Unknown on Kamis, 15 Agustus 2013 | 12.41

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - BP Batam belum mengetahui perihal pemberian dana senilai U$ 70.000 dari manajamen PT SCI di Jepang untuk Tunjangan Hari Raya (THR) para buruh.

Direktur Investasi dan Marketing BP Batam, Andi, yang ikut memonitor persoalan ini saja justru mengaku belum ada pembicaraan apapun antara pihak Indonesia, baik BKPM ataupun kedubes Indonesia dengan perusahaan induk SCI di Jepang.

"Belum ada tahu soal itu. Tapi kalau memang betul, coba ditelusuri dengan manajemen di sini saja. Kami saja sampai saat ini belum ada kontak dengan PT Toyokoki perusahaan induknya SCI di Jepang," ungkap Andi kepada Tribun Batam, Selasa (13/8/2013) sore.

Menurutnya, upaya pendekatan yang dilakukan oleh BKPM tidak mendapatkan respon berarti. Sehingga pihaknya menempuh jalan dengan meminta bantuan melalui KBRI di Jepang.

"BKPM hasilnya belum maksimal, perusahaan induk belum ada tanggapan. Makanya kami coba melalui KBRI, supaya lebih ada powerlah, kan antara negara dengan negara," jelasnya.

Hingga kini, pihaknya dengan disnaker dan beberapa pihak terkait lainnya masih menyiapkan berkas-berkas sebagai dasar bagi KBRI untuk menuntut permasalahan ini kepada pihak Jepang.

"Sampai tadi saya sore koordinasi dengan Disnaker juga nggak ada yang menyinggung soal dana transferan itu. Kami masih siapkan berkas untuk KBRI. Kan kedutaan butuh dasar juga untuk perkara ini. Kami dari data investasinya, disnaker menyiapkan data buruhnya, lalu dari kantor pajak mengenai data pembayaran pajaknya. Termasuk dari pengelola kawasan tunas industrinya," paparnya.

Menurut keterangan Andi, perusahaan induk PT SCI sendiri terlihat kurang memonitor perkembangan SCI. Sebab, pengoperasian SCI, sepenuhnya diserahkan PT Toyokoki kepada manajemen SCI sendiri.

Sementara itu, Wakil Ketua PUK SCI, Sugeng kepada Tribun mengaku tidak tahu pasti kapan dana pembayaran THR pekerja dikirimkan oleh manajemen SCI di Jepang.

"Itu juga kami belum tahu, dan mau coba mencari rekening koran PT SCI dulu. Yang kami tahu dari pengakuan pak Rudi, uang itu dikirim melalui rekening bank Mizhuo ke bank mandiri. Dan itupun baru hari ini di kasih tahu ke kami. Kalau rekening PT SCI kan yang lebih tahu manajemen," ungkap Sugeng.

Menurut pengakuan Sugeng pertemuan tertutup yang dilakukan perwakilan SCI dengan Rudi Haryanto hanya disaksikan oleh sejumlah polisi.

"Kami ketemu tadi setelah yang dia lari dari rumahnya. Itu cuma saya dan ketua pak Sodikin, bersama dari kepolisian. Kami juga maklum, mungkin dia tadi ketakutan dan menghindari wartawan juga, makanya setelah lari dari rumah baru Pak Rudi menghubungi ketua," tambah Sugeng.

Dalam pertemuan tersebut, kata Sugeng dibentuk beberapa kesepakatan. Selain peruntukkan dana untuk pembayaran THR, kedua pihak menyepakati agar perusahaan membayarkan sisa THR tersebut.

Kemudian, THR dibagikan merata ke setiap buruh, baik muslim maupun non muslim. Lalu, PUK bersama manajemen akan membentuk tim untuk memonitor perkembangan kasus SCI.

"Jadi dijadwalkan akan ada pertemuan seminggu sekali dari tim ini. Kalau nanti ada dana lagi yang masuk bisa dikoordinasikan," tukasnya.


Anda sedang membaca artikel tentang

BP Batam Tidak Tahu Uang Rp 700 Juta

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/08/bp-batam-tidak-tahu-uang-rp-700-juta.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

BP Batam Tidak Tahu Uang Rp 700 Juta

namun jangan lupa untuk meletakkan link

BP Batam Tidak Tahu Uang Rp 700 Juta

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger