Warga Berebut Saat Sembahyang Arwah

Written By Unknown on Minggu, 25 Agustus 2013 | 12.41

LINGGA, TRIBUN - Satu per satu warga mulai datang ketika waktu memasuki pukul 21.00 WIB pada malam puncak sembahyang rebut di depan Kelenteng Cetya Dharma Ratna, Dabo Singkep, Lingga, Kepri, Rabu (21/8/2013) malam.

Mereka kebanyakan datang secara berkelompok dan langsung mengitari altar untuk melihat lihat.

"Tengok tengok saja dulu. Siapa tahu ada yang cocok," ujar Okta, warga Dabo Singkep, Lingga, Kepri.

Pemuda ini sengaja mengitari altar tempat barang barang diletakkan untuk melihat barang barang yang nantinya akan diperebutkan. Dengan melihat letak barang, mereka bisa mencari posisi yang pas untuk berebut.

Setiap warga yang datang segera mengambil posisi masing-masing. Petugas kelenteng serta aparat kepolisian harus terus menghalau warga yang mulai terus mendekati altar barang-barang.

Dalam tradisi sembahyang rebut, barang barang itu baru bisa direbut setelah lilin sembahyang telah habis atau telah memasuki pukul 00.00 WIB. Namun malam itu, warga sudah berebut sekitar pukul 23.14 WIB.

Gubrak! Tiba tiba bunyi itu terdengar karena ada warga yang sudah menaiki altar. Tak pelak, warga lainnya pun ikut menyerbu tanpa komando. Petugas kelenteng dan polisi hanya bisa pasrah menonton warga yang tumpah-ruah mendapatkan barang barang di altar.

Bagian depan altar menjadi sasaran utama para perebut. Di sana, terdapat barang barang dengan nilai lebih mahal dibandingkan sisi lain. Di bagian depan altar itu terdapat payung, kuali, kompor, ember, topi, payung, termos, dan lain sebagainya. Di lokasi itulah perebutan terlihat paling seru.

"Itu topi, topi. Ambil topinya!" teriak seorang warga sembari menunjuk satu topi yang tersisa dan belum diambil warga.

Topi koboi itu pun jadi rebutan. Tak sampai lima menit, seluruh barang yang berada di altar ludes ke tangan warga. Walau pun suasana kacau, tidak seorang pun yang dilaporkan mengalami kecelakaan atau berkelahi.

Seorang warga pendatang mengaku heran melihat kejadian unik ini. Ia tidak menyangka barang barang sebanyak itu habis dalam waktu singat. Ia tidak menyangka, warga akan begitu gesit saling berebut untuk naik ke altar dan mengambil barang barang yang ada di atasnya.

"Wah, seru juga. Kirain rebut rebut macam manalah, rupanya kayak gini," ujar pria yang mengaku baru bertugas di Dabo Singkep itu.

Ia pun berencana akan mengirimkan foto foto dan video itu ke teman temannya. Panitia pelaksana, Tonny Karyadi, mengatakan, tradisi sembahyang rebut itu merupakan sembahyang untuk para arwah yang belum tenang.

"Sembahyang rebut itu sama dengan sembahyang arwah. Ini tradisi kepercayaan untuk  memberikan makan arwah yang keluar dari neraka dan arwah yang masih gentayangan," katanya.

Tujuan dari sembahyang itu agar para arwah itu bisa tenang dan tidak menganggu manusia yang masih hidup di dunia. Tradisi rebut itu hanya ada di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Sedangkan daerah lain, tradisi sembahyang arwah juga ada, namun barang barang sumbangan tidak diperebutkan.
 
Seorang pengurus kelenteng mengatakan, apabila barang barang sudah direbut, maka kertas sembahyang sumbangan warga pun dibakar. Ia menerangkan, dalam tradisi itu, semestinya barang barang baru bisa diperebutkan ketika gong sudah dibunyikan.

"Tapi, ya, bagaimana lagi? Orang sudah berebut, gong pun dibunyikanlah," jelasnya. (Abdul Rahman Mawazi)


Anda sedang membaca artikel tentang

Warga Berebut Saat Sembahyang Arwah

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2013/08/warga-berebut-saat-sembahyang-arwah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Warga Berebut Saat Sembahyang Arwah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Warga Berebut Saat Sembahyang Arwah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger