Tewas Saat Lakukan Syuting Film Gunung Sinabung

Written By Unknown on Minggu, 02 Februari 2014 | 12.41

MEDAN, TRIBUN - Sehari setelah dinyatakan tidak ada pengingkatan aktivitas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Sinabung, Sumatera Utara (Sumut) kembali mengamuk.

Erupsi besar kembali terjadi berulangkali sejak Sabtu (1/2/2014) pukul 10.30 hingga 11.27 WIB. Akibatnya, 14 warga tewas dan tiga orang terluka karena disambar awan panas.

Sebagian besar warga yang tewas adalah mahasiswa dan siswa SMK. Ada juga wartawan dan guru serta warga yang menjadi korban ganasnya awan panas.

Kabar yang beredar, sebagian besar korban tewas ini  sedang berjalan-jalan melihat Gunung Sinabung di Desa Sukameriah.

"Semua korban meninggal dan luka akibat tersapu awan panas di Desa Sukameriah di radius 3 km. Jangkauan awan panas meluncur 4,5 km," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Evakuasi pada Sabtu malam terpaksa dihentikan karena ada potensi erupsi susulan. Saat awan panas meluncur, warga tengah berada di lintasan awan panas di Desa Sukameriah di radius 3 km dari puncak kawah Gunung Sinabung.

Sebagian besar bisa melarikan diri dengan sepeda motor dan mobil. Namun nahas, ke-17 warga tersebut tidak bisa menyelamatkan diri sehingga tersambar awan panas.

Salah satu korban tewas adalah Rizal Sahputra (23) yang menjadi wartawan Jurnal Sumut. Rizal juga masih tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK P).

Sedangkan mahasiswa yang menjadi korban adalah  Santun Siregar (22) warga Kota Cane, Asran Lubis (21) asal Kota Cane, Daniel Siagian mahasiswa asal Aceh Tenggara dan Jupiandi yang juga mahasiswa asal Kota Cane. Seorang guru yang tewas yakni Mahal Surbakti (25), guru honorer SD Gurukinayan.

Sisanya, 5 orang korban adalah warga yakni Teken Sembiring (47) asal Gurki, Fitriani Napitupulu (19) warga Kota Cane, Marudut Brisnu (25) warga Kota Tengah Aceh Tenggara dan Tomas Lakae (27) warga Medan.

Sutopo mengakui, meskipun upaya pelarangan warga masuk di radius 5 km sebagai daerah terlarang sudah dilakukan melalui banyak hal seperti pemasangan rambu, sosialisasi, penempatan petugas di jalan masuk dan sebagainya, masih ada warga yang masuk di daerah berbahaya.

"Untuk itu perlu kerja sama bersama bahwa di radius 5 km dari puncak kawah Gunung Sinabung," jelas Sutopo.

Syuting Film

Rizal yang akrab disapa Jack bersama Thomas Sembiring (mahasiswa STIK P) sedang bertugas mengambil gambar film yang rencananya ditayangka n saat acara penggalangan dana untuk membantu pengungsi erupsi Sinabung.

Alvian, warga Desa Guru Kinayan, Karo yang selamat dari awan panas menceriterakan, Sabtu siang ia menyambangi desanya yang berjarak 2,5 Km dari puncak Gunung berapi yang mulai erupsi sejak 15 September 2013 lalu.

"Tadi sekitar pukul 12 WIB kami ke kampung untuk melihat rumah kami. Tak lama setelah ledakan pukul 12 tadi, tiba-tiba kampung kami gelap. Jarak pandang cuma sekitar 5 meter," katanya Alvian yang kini tinggal di pengungsian.

Avian selamat dari kejaran awan panas karena menaiki sepeda motor. Namun, seorang rekannya, Joni Sembiring, mengalami luka bakar di bagian wajah, dada, dan kaki. Sembiring yang ditemukan tak sadarkan diri diangkut ke rumah sakit oleh seorang pendeta, Sentosa Guru Singa, yang langsung membawanya ke RS Efarina Etaham.

Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIK P Austin Antariksa Tumengkol mengatakan, Sabtu siang ia dan pengurus BEM hendakberkumpul untuk membahas acara penggalangan dana untuk korban erupsi Sinabung.

Tiba-tiba, mereka mendapat kabar bahwa dua mahasiswanya yakin Rizal Sahputra dan Thomas Sembiring Meliala termasuk korban awan panas.

Seketika juga, sebagian besar pengurus BEM menangis mendengar kabar buruk tersebut. "Mahasiswa yang perempuan menangis. Banyak yang hanya terdiam setelah mendengar kabar itu. Yang lainnya sibuk menelpon mencari kabar," kata Austin.

Menjelang malam, pihak kampus telah mendapat informasi bahwa jenazah Jack sudah diidentifikasi forensik RSUD Kabanjahe. Adapun Thomas Sembiring masih belum jelas kabarnya.

"Teleponnya (Jack) aktif saat dihubungi, tapi tidak diangkat. Jadi saya positive thinking saja," lanjut Austin.

Dijelaskan Austin, acara penggalangan dana dilakukan dengan berbagai cara. Selain mengamen di jalan, ada juga pemutaran film erupsi Sinabung yang gambarnya diambil oleh Jack dan Thomas.

"Pemutaran film dan lelang foto yang rencananya akan diselenggarakan akhir Februari ini. Sebenarnya program ini masih rencana kasar dan belum disetujui pimpinan kampus. Tapi mereka berangkat dengan inisiatif dan kreativitas mereka sendiri," lanjut Austin. (Tribun Medan)

Berikut ini nama 14 korban tewas:

a. Aleksander Sembiring umur 17 thn siswa SMK warga Simpang Korpri
b. Daud Surbakti umur 17 thn siswa STM warga Selandi Baru Kec. Payung
c. Diva Nusantara STM warga cinta rakyat
d. David umur 17 thn siswa STM warga Simpang Korpri
e. Mahal Surbakti 25 thn Guru honorer SD Gurukinayan
f. Rizal Saputra 23 thn jurnalis Jurnal Sumut
g. Teken Sembiring 47 thn warga Gurki
h. Santun Siregar 22 thn Mahasiswa warga Kota Cane
i. Fitriani Napitupulu 19 thn warga Kota Cane
J. Asran Lubis 21 thn Mahasiswa Kota Cane
k. Marudut Brisnu 25 thn Kota Tengah Aceh Tenggara
l. Daniel Siagian Mahasiswa warga Aceh Tenggara
m. Julpiandi Mori 21 thn Mahasiswa warga Kota Cane
n. Tomas Lakae 27 thn warga Medan


Anda sedang membaca artikel tentang

Tewas Saat Lakukan Syuting Film Gunung Sinabung

Dengan url

http://sriwijayaposting.blogspot.com/2014/02/tewas-saat-lakukan-syuting-film-gunung.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Tewas Saat Lakukan Syuting Film Gunung Sinabung

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Tewas Saat Lakukan Syuting Film Gunung Sinabung

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger